Rabu, 05 Juni 2013

Deer ' Axis axis' Chemical Immobilization

" dalam blog ini saya ingin berbagi pengalaman dalam hal handling rusa tutul baik secara chemical restraint maupun physical restraint.  Dari 24 ekor rusa tutul yang pernah saya tangani ternyata  masing-masing individu memiliki respon yang beragam terhadap pembiusan (chemical restraint). "


Rusa Tutul (Axis axis)
Photo : Erni Suyanti Musabine

Penangkapan rusa tutul untuk tujuan pengobatan atau relokasi ataupun tujuan lainnya dapat dilakukan dengan kombinasi antara chemical restraint yakni dengan cara pembiusan dan dengan physical restraint (secara manual) dengan bantuan peralatan.

Chemical Immobilization
Obat-obatan yang biasa digunakan dalam handling rusa tutul beserta dosisnya seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini.  Untuk chemical restraint digunakan obat-obatan kombinasi antara Ketamine HCl dengan Xylazine, mengingat obat-obatan ini yang mudah didapatkan dan umum digunakan.  Penyuntikan dengan menggunakan blowdart (sumpit bius), dan untuk menyadarkan kembali menggunakan Yohimbine (Reversin) atau bisa juga menggunakan Atipamezole (Antisedan). 



video
Chemical Immobilization
Video : Erni Suyanti Musabine

The Chemical Restraint of Deer (Axis axis)
Dosages
Reference
Sedatives
Alpha-2 agonist
Xylazine
0.5mg/kg BW IM
4mg/kg BW IM
Handbook of Wildlife Chemical Immobilizati-on. 1996. (Terry J. Kreeger)
Alpha-2 antagonist
Yohimbine
1ml/40-50kg BW IV
or
0.125mg/
kg BW IV
Atipamezole
0.1 of Xylazine IM/IV
Benzodia-zepines
Diazepam
0.05-0.1mg/kg BW IM/IV
Cyclohe-xylamines
Ketamine
5mg/kg BW IM
4mg/kg BW IM
Handbook of Wildlife Chemical Immobilizati-on. 1996.  (Terry J. Kreeger)
Ketamine (Supplemental drug)
1mg/kg BW IM
Handbook of Wildlife Chemical Immobilizati-on. 1996.  (Terry J. Kreeger)
Zolazepam + Tiletamine (Zoletil)
2.6mg/kg BW IM
Handbook of Wildlife Chemical Immobilizati-on. 1996.  (Terry J. Kreeger)
Other drugs
Stimulant
Doxapram
0.5-1mg/kg BW IV reply 5min needed
Epinephrine
0.01-0.02mg/kg   BW IV
Antibiotic
Amoxycillin LA
1ml/10kg BW IM/SC
Penicillin Streptomycin LA
1ml/10kg BW IM


Physical Restraint
Setelah rusa terbius, biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit setelah waktu pembiusan (masuknya obat bius ke dalam tubuh hewan) efek obat akan terlihat, yakni rusa jalan sempoyongan dan tampak rusa-rusa lainnya akan mendorongnya untuk dibangunkan karena rusa tersebut akan roboh, serta kemudian duduk (sternal recumbency) atau rebah (lateral recumbency).  Peralatan yang digunakan dalam penangkapan rusa  tutul adalah dengan net/ jaring dan tali serta penutup mata dan telinga.

Adverse Side dari Chemical Immobilization
Beberapa permasalahan efek samping dari pembiusan yang merugikan yang sering terjadi pada rusa tutul seperti dalam tabel berikut :

Adverse Side
Gejala Klinis
Therapy
Hypertermia



Suhu tubuh lebih dari nilai normal ( >39°C )
Menghindari pembiusan pada saat cuaca sangat panas, lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari.
Rusa ditempatkan di lokasi yang teduh.
Dapat diatasi dengan penyemprotan air ke tubuh satwa atau irigasi air dingin dengan menggunakan slang yang dimasukkan ke dalam anus
Hypotermia
Suhu tubuh dibawah normal ( < 34°C )
Dapat diatasi dengan kompres air hangat atau diberi selimut
Torticolis
Leher menekuk kebelakang
Desain kandang harus sesuai dengan ukuran tubuh satwa sehingga rusa tidak mudah berbalik arah kebelakang.  Hindari stress selama hewan terimmobilisasi karena akan memicu rusa jadi banyak bergerak dan mempermudah kepala menekuk kebelakang, dan bila tidak direposisi akan mengakibatkan sulit kembali ke posisi normal.
Seizure
Kejang-kejang
Seizure bisa memicu terjadinya hypertermia.  Hindari membuat kandang angkut yang terlalu luas bagi satwa karena akan membuat satwa banyak bergerak dan berpindah tempat saat kejang.  Bisa diredakan dengan penyuntikan Diazepam
Bloat
Perut di bagian daerah legok lapar bila dipukul akan terasa memantul karena adanya akumulasi  gas
Efek samping menggunakan Xylazine dapat memicu terjadinya bloat pada satwa ruminansia. Penanganannya rusa sebaiknya direbahkan (lateral recumbency) dengan sisi kanan (dextra) dibagian bawah dan sisi kiri (sinistra) di bagian atas, untuk mempermudah dilakukannya trocar bila terjadi kembung yang serius.  Bisa juga diberi antibloat. 
Depresi nafas
Frekuensi nafas < 10X per menit bahkan bisa sampai 2-4X per menit
Bila terjadi depresi nafas maka perlu segera diberi antidote untuk dibangunkan kembali, yakni Yohimbine atau Atipamezole.  Dan bisa juga menggunakan stimulan yakni Doxapram bila terjadi henti nafas.
Shock


Detak jantung kencang (tachycardia), terjadi gangguan irama jantung, kaki bila diraba terasa dingin, rusa tampak lemah hanya duduk atau rebah. Bisa disebabkan karena hypovolemia. Penyebab paling sering adalah dehidrasi dan pendarahan. Mukosa pucat atau kebiruan.
Fluid therapy terutama dengan menggunakan cairan Ringer’s Lactate, dan NaCl.  Fluid therapy harus diberikan secara intra venous, karena pemberian secara sub cutaneus tidak akan berguna. Posisi kaki ditinggikan, bebaskan hambatan pada jalan nafas, pemberian oksigen, atau pemberian obat-obatan dengan Adrenalin/ korticosteroid  dan dopamine/ dobuject.
Stress
Banyak bergerak, menyebabkan posisi terbalik, kepala dibawah atau punggung dibawah dan akan terlihat lebih tenang bila kandang ditutup
Hindari faktor penyebab stress pada hewan, tidak dikejar-kejar saat penangkapan, tidak berisik, tidak banyak orang berkerumun disekitar kandang angkut,  dan menutup kandang/ mata satwa agar tidak bisa melihat sekitarnya, tetap menjaga suasana sekitar dalam kondisi tenang saat penanganan rusa
Traumatis
Luka karena menabrak/ berbenturan dengan kandang karena banyak bergerak.  Bahkan bisa terjadi fracture  
Desain kandang angkut harus sesuai sehingga tidak menimbulkan cidera pada rusa.  Dilakukan pengobatan luka serta penyuntikan antibiotik long acting, hal ini juga sekaligus untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder pada bekas suntikan sumpit bius. Bila terjadi fracture dilakukan reposisi tergantung tipe fracture dan kondisinya.

Note :
  1. Selama rusa tutul terimmobilisasi perlu dilakukan monitoring frekuensi respirasi, denyut jantung dan pulsus serta temperature tubuh per 5-10 menit sekali serta pemeriksaan tekanan darah bila memungkinkan.
  2. Rusa tutul mudah sekali mengalami stress jadi sebaiknya meminimalkan faktor-faktor yang memicu stress pada saat sebelum pembiusan, selama pembiusan dan setelah pelepasan kembali.
  3. Bila rusa tutul sudah tampak stress sebelum dilakukan pembiusan, lebih baik ditunda melakukan pembiusan karena obat bius yang akan diberikan tidak akan menunjukkan  hasil maksimal.
  4. Banyak efek samping yang merugikan yang menyertai pembiusan pada rusa tutul maka perlu dipersiapkan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan sehingga pada saat terjadi akan cepat bisa diatasi, karena bila tidak ditangani bisa menimbulkan kematian.
" The best way to handle anaesthetic emergencies is 
to predict the next problem and be ready before it happens

Tidak ada komentar:

Posting Komentar