Senin, 20 Agustus 2012

It is time for having fun (Dufan Ancol dan Sea World Indonesia)

Persahabatan tak mengenal perbedaan
Pertemanan tak terbatas oleh jarak dan waktu, begitu juga perbedaan tak akan menghalangi orang untuk berteman.  Dan itu juga yang saya anut sampai sekarang, bebas berteman dengan siapapun, meskipun berbeda ras, suku bangsa, bahasa, agama, status sosial dan latar belakang.  Perbedaan itu membuat hidup kita menjadi lebih berwarna. 
Mudah untuk berteman dengan banyak orang, tetapi untuk menemukan teman yang cocok dalam segala hal itu tidak mudah. Bertahun-tahun dalam perantauan di pelosok sumatra, dan baru kali inilah saya menemukan orang yang sangat cocok.  Seorang yang sedang melakukan research di pelosok Sumatra.  Bertemu secara tidak sengaja dan tak jauh dari dunia yang saya geluti sekarang yakni saat memberi pengobatan pada  satwa liar dilindungi.  Sejujurnya, setiap kali bertemu dan berbicara dengannya, saya selalu kagum dengan pola pikirnya dan semangatnya yang pantang menyerah dalam melakukan kegiatan yang tidak mudah bagi orang asing di Sumatra dan bahkan terkadang tidak sesuai dengan target yang diharapkan.  Melihat dirinya, saya seperti bercermin, seperti melihat diriku sendiri, mungkin karena kami mempunyai banyak persamaan dalam banyak hal, kesamaan dalam perilaku, semangat, pemikiran, kegemaran, dalam keterbatasan serta sama-sama mempunyai sense of humor yang tinggi, gemar saling mengusili dan nakal, tidak hanya itu, kami juga terkadang saling membantu bila dibutuhkan dan saling memberi dukungan serta bisa saling menghibur satu sama lain. 

Menghitung hari
Hari terus berganti dan waktunya akan segera tiba.  Delapan hari sebelumnya saya berpikir pertemanan kami sudah berakhir bersamaan dengan berakhirnya penelitiannya di Indonesia. Dugaan itu sirna saat temanku mengirimkan pesan pendek yang mengatakan bahwa ‘sudah lama dia tak mendengar khabar dariku.’  Tanpa sengaja ternyata kami sedang berada di kota yang sama.  Beberapa hari yang tersisa tidak akan kami sia-siakan. Beberapa rencana dibuat untuk menghabiskan waktu selama berada di ibukota ini untuk hal-hal yang menyenangkan dan menghilangkan penat.

Hooraaaay............having fun
Wisata kuliner
Saya mengajukan permintaan untuk bisa makan siang dengan pizza yang selama berada di pelosok Sumatra sulit untuk bisa mendapatkannya. Kebetulan kami sama –sama bosan dengan makanan yang mengandung nasi...nasi....dan nasi setiap hari.
Untuk kuliner kedua, saya menyetujui ajakannya untuk menikmati makanan India kesukaannya. Teman saya mengatakan bahwa itu makanan India terenak yang pernah dia makan.  Dan ini sangat menarik buatku karena ini pengalamanku pertama kali mencicipi makanan India dan sangat penasaran dengan rasanya. Dan dia pun bahagia bisa makan makanan favoritnya di hari terakhirnya di Indonesia sebelum kembali ke negaranya.  Namun sayangnya, saya tidak bisa mengingat kembali lokasi restoran tersebut dan menu-menu makanan yang direkomendasikan untuk dipesan.   

Nonton bareng.
Ide itu muncul dengan tiba-tiba.  Saat itu aku dan temanku tidak punya rencana apapun, akhirnya dia menawariku untuk nonton bareng.  Ide bagus menurutku, tanpa pikir panjang akhirnya kami mencari bioskop terdekat, tidak mengecewakan, filmnya lumayan menarik,  sehingga tidak perlu merasa bersalah padanya karena saya diberi kepercayaan untuk memilih film mana yang layak kami tonton. 


Wow......uji nyali.....yipeee :)
Tempat yang menyenangkan untuk jalan-jalan adalah daerah pedalaman, pantai yang masih alami dan hutan habitat berbagai satwa liar, tapi di Jakarta tidak ada tempat seperti itu yang bisa dikunjungi. Akhirnya kami putuskan untuk having fun di Dunia Fantasi Ancol.  Kebetulan teman saya mengatakan bahwa selama tinggal di Indonesia dia belum sempat  mengunjungi Ancol dan dia ingin sekali pergi kesana.  Untuk menyenangkan seorang teman di hari terakhirnya di Indonesia maka saya bersedia menemaninya pergi kesana.  Dengan hanya membayar Rp. 250.000,- per orang sudah bisa mencoba semua wahana permainan yang ditawarkan di Dunia Fantasi (Dufan) Ancol dan belum termasuk ticket masuk ke lokasi tersebut yang dibayarkan tersendiri. Berbagai wahana yang mendebarkan dan menegangkan ingin kami coba, ada delapan wahana petualangan yang kami pilih untuk dicoba.  Wahana pertama yang menarik perhatian kami adalah Jet Coaster, bahkan karena singkatnya waktu menikmati petualangan ini kami mencobanya lagi untuk kedua kalinya, pertama mencoba dengan mengambil posisi duduk paling depan dan kedua kalinya duduk paling belakang. Wahana lainnya yang dicoba adalah Histeria, Niagara, Arung Jeram (Rafting), dan lain-lain.  Dari semua wahana tersebut, ‘Tornado’ adalah favorit kami.  Benar-benar membuat cemas sebelum mencoba serta membuat jantung berdebar dan menegangkan saat mencoba, apalagi seperti biasa teman saya sangat usil dan suka menakut-nakuti dan mengatakan bahwa wahana yang akan kami coba itu tidak aman dengan berbagai teorinya untuk meyakinkanku dan sudah ada korban meninggal gara-gara mencoba wahana permainan tersebut, dan lucunya justru itu membuat dia tampak khawatir sendiri dan selalu memeriksa kembali pengaman yang aku pakai apakah bekerja dengan baik atau tidak....hehe!

video
Wahana Tornado di Dunia Fantasi Ancol, Jakarta

Namun, dari semua permainan tersebut tak satupun yang bisa membuat kami memuntahkan lagi ‘big burger’ dan ‘french fries’ yang telah kami makan meskipun tubuh kami dibolak-balik, diguncang-guncang dan isi perut dibuat naik turun. Pada saat mencoba wahana Kora Kora yang menurut kami kurang begitu menantang, malah sebaliknya makanan yang telah kumakan serasa naik ke tenggorokan, perutku mual.  Kora Kora benar-benar membuat perut kami diambang batas toleransi untuk tidak mual.  Kami harus mengakhirinya sebelum hal yang memalukan terjadi.....vomit :)
Untuk cooling down, temanku mengajakku untuk naik perahu.  Saya tidak tahu apa sesungguhnya yang menarik dengan naik perahu di danau buatan itu. Kurang menantang menurutku. Tetapi akhirnya aku tahu bahwa dia punya niat nakal dan usil saat naik perahu, yakni ingin menabrak perahu-perahu milik pengunjung lainnya dengan perahu kami....hehe!  Oh...ini ternyata yang menarik :)


Tiger Fish at Sea World Indonesia 
Sea World Indonesia
Sedangkan untuk menghabiskan sisa waktu kami hari ini, aku menawarkan untuk mengunjungi Sea World Indonesia untuk melihat beranekaragam biota laut karena kami masih punya waktu beberapa menit untuk berada di Ancol.  Di tempat ini teman saya sanggup memberikan penjelasan tentang  beberapa species biota laut yang dikoleksi disana karena memang saya tidak banyak tahu tentang dunia ikan laut dan sejenisnya. Dan ternyata biota laut yang dikoleksi disana beberapa berasal dari laut di bagian barat Sumatra yang diambil dari kedalaman 400 meter s/d 1000 meter dibawah permukaan laut.

Sampai jumpa lagi.....
Tak terasa waktu cepat beranjak gelap. Kami menyadari bahwa itu adalah detik-detik terakhir kami bisa bertemu, ngobrol dan bercanda bersama, sebelum akhirnya saatnya harus pergi.  Tanggal 20 Agustus malam ini, dia sudah harus pergi meninggalkan Indonesia.  Sebagai seorang teman, jelas aku merasa kehilangan. Perpisahan yang mengesankan.  Selamat jalan kawan, selamat bertemu kembali suatu hari nanti.  Karena untuk mengatakan selamat tinggal itu sangat sulit untuk dilakukan, entah mengapa....?!